Bibzone’s Weblog

zone of bee_bah

Wasiat Nabi S.a.w Mei 22, 2008

Diarsipkan di bawah: article — bibzone @ 2:21 am

Dalam sebuah kesempatan sahabat Abu Dzar a-Ghifffari r.a pernah bercakap-cakap dalam waktu yang cukup lama dengan Rasulullah S.a.w. Diantara isi percakapan tersebut adalah wasiat beliau kepadanya. Berikut petikannya ;
Aku berkata kepada Nabi S.a.w, “Ya Rasulullah, berwasiatlah kepadaku.” Beliau bersabda, “Aku wasiatkan kepadamu untuk bertaqwa kepada Allah, karena ia adalah pokok segala urusan.” “Ya Rasulullah, tambahkanlah.” pintaku.
“Hendaklah engkau senantiasa membaca Al Qur`an dan berdzikir kepada Allah azza wa jalla, karena hal itu merupakan cahaya bagimu dibumi dan simpananmu dilangit.”
“Ya Rasulullah, tambahkanlah.” kataku.
“Janganlah engkau banyak tertawa, karena banyak tawa itu akan mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah.”
“Lagi ya Rasulullah.”
“Hendaklah engkau pergi berjihad karena jihad adalah kependetaan ummatku.”
“Lagi ya Rasulullah.”
“Cintailah orang-orang miskin dan bergaullah dengan mereka.”
“Tambahilah lagi.”
“Katakanlah yang benar walaupun pahit akibatnya.”
“Tambahlah lagi untukku.”
“Hendaklah engkau sampaikan kepada manusia apa yang telah engkau ketahui dan mereka belum mendapatkan apa yang engkau sampaikan. Cukup sebagai kekurangan bagimu jika engkau tidak mengetahui apa yang telah diketahui manusia dan engkau membawa sesuatu yang telah mereka dapati (ketahui).”

Kemudian beliau memukulkan tangannya kedadaku seraya bersabda,”Wahai Abu Dzar, Tidaklah ada orang yang berakal sebagaimana orang yang mau bertadabbur (berfikir), tidak ada wara` sebagaimana orang yang menahan diri (dari meminta), tidaklah disebut menghitung diri sebagaimana orang yang baik akhlaqnya.”
Itulah beberapa wasiat emas yang disampaikan Rasulullah S.a.w kepada salah seorang sahabat terdekatnya. Semoga kita dapat meresapi dan mengamalkan wasiat beliau. Wallahu A`lam.

Oleh :
Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

 

MEMULIAKAN TAMU Mei 22, 2008

Diarsipkan di bawah: article — bibzone @ 2:19 am

Suatu hari Rasulullah kedatangan seorang tamu dirumahnya. Dari penampilan tamu itu bisa langsung ditebak, bahwa ia orang yang sangat miskin. Waktu itu Rasulullah sedang bercakap – cakap dengan tamunya.
“Saya sedang dalam kesempitan, ya Rasulullah. Tak ada sesuatupun yang aku punyai,” jelas tamu itu ketika ia dipersilahkan masuk kedalam rumah oleh Rasulullah. Begitu tamu itu duduk, Rasulullah langsung beranjak kebelakang menemui istrinya. Kepada istrinya dikatakannya bahwa ada tamu yang dalam kesusahan datang, “Kita sendiri tidak mempunyai apa – apa yang bisa kita berikan, yang ada hanya air putih saja.”

Mendengar penjelasan istrinya itu, Rasulullah sedikit kecewa karena ia tak berkesempatan menjamu tamunya yang sedang dalam kesulitan. Rasulullah balik keruang tamu menemui para sahabatnya. “Siapa diantara kalian yang bersedia menjamu tamu malam ini ? Ia akan beroleh rahmat Allah S.W.T.” “Saya, ya Rasulullah. Biarlah tamu itu menginap dirumahku saja.” Salah satu diantara para sahabat Nabi itu menawarkan diri, yaitu orang Anshar.
Orang Anshar itu pulanglah. Sesampai dirumah ia menemui istrinya dan bertanya kepadanya tentang apa yang mereka miliki hari itu. “Ya, istriku. Tadi aku menyanggupi tawaran Rasulullah untuk menjamu tamunya yang sedang dalam kesulitan malam ini. Adakah makanan yang dapat kita jamukan untuk tamu kita itu ?”
“Sesungguhnya yang kita miliki cuma nasi untuk anak kita saja. Kalau ini kita sajikan, maka anak kita tidak dapat makanan malam ini.”
“Kalau begitu bujuklah anak kita untuk segera tidur agar ia tidak merasa kelaparan.”
“Tapi bagaimana ya, Nasi itu tinggal sedikit saja, tidak cukup untuk berdua.”
“Begini saja, waktu tamu itu sudah datang, dan pada saat saya persilahkan makan, kamu pura – pura tidak sengaja mengibaskan lilin itu sehingga padam. Nanti, tamu itu kita persilahkan makan pada waktu gelap. Saya akan menemaninya sambil berpura – pura makan juga. Bila selesai ia makan, maka usahakan lilin sudah bisa dinyalakan.”
“Baiklah ya suamiku, aku akan melakukan hal yang seperti itu.”

Pada waktu tamu itu datang, maka dilaksanakanlah sandiwara tersebut. Esok harinya ketika orang Anshar dan istrinya bertemu Nabi, sebelum sempat berkata apa – apa. Nabi langsung tersenyum sambil berkata kepda mereka, “Aku benar-benar kagum dan hormat terhadap usaha kalian berdua kepada tamumu semalam itu.”
Oleh :
Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

 

Meninggalkan Zina Karena Takut Kepada Allah Maka Allah pun Memberinya Mu’jizat Mei 22, 2008

Diarsipkan di bawah: article — bibzone @ 2:15 am

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah berbicara ketika masih dalam buaian (bayi) kecuali tiga orang, Isa bin Maryam. Beliau bersabda, ‘Dulu, dikalangan Bani Israil terdapat seorang laki-laki yang ahli ibadah. Ia dipanggil dengan nama Juraij. Ia membangun tempat ibadahnya dan melakukan ibadah di dalamnya’. Beliau bersabda, “orang-orang Bani Israil menyebut-nyebut tentang (ketekunan) ibadah Juraij, sehingga berkatalah seorang pelacur dari mereka, ‘Jika kalian mnghendaki aku akan memberinya ujian’. Mereka berkata, ‘Kami menghendakinya’. Perempuan itu lalu mendatanginya dan menawarkan diri kepadanya. Tetapi Juraij tidak mempedulikannya. Lalu ia berzina dengan seorang gembala yang meneduhkan kambing gembalaannya ke dekat tempat ibadah Juraij. Akhirnya iapun hamil dan melahirkan seorang bayi. Orang-orang bertanya, ‘Hasil perbuatan siapa?’ Ia menjawab, ‘Juraij’. Maka mereka mendatanginya dan memaksanya turun. Mereka mencaci, memukulinya dan merobohkan tempat ibadahnya’. Juraij bertanya, apa yang terjadi dengan kalian?’ Mereka menjawab, ‘Engkau telah berzina dengan pelacur ini, sehingga ia melahirkan seorang bayi’. Ia bertanya ‘Dimana dia?’ Mereka menjawab, ‘Itu dia!’ Beliau bersabda, ‘Juraij lalu berdiri dan shalat kemudian berdo’a. Setelah itu ia menghampiri sang bayi lalu mencoleknya seraya berkata, ‘Demi Allah, wahai bayi, siapa ayahmu?’ Sang bayi menjawab, ‘Aku adalah anak tukang gembala’. Serta merta orang-orangpun menghambur kepada Juraij dan menciuminya. Mereka berkata kami akan membangun tempat ibadahmu dari emas’. Ia menjawab aku tidak membutuhkan yang demikian, tetapi bangunlah ia dari tanah sebagaimana yang semula’. Beliau bersabda, ‘Ketika seorang ibu memangku anaknya menyususi tiba-tiba lewat seorang penunggang kuda yang mengenakan tanda pangkat, maka ia pun berkata, ‘Ya Allah, jadikanlah anakku seperti dia’. Beliau bersabda, ‘Maka bayi itu meninggalakan tetek ibunya dan menghadap kepada penunggang kuda seraya berdo’a, ‘Ya Allah jangan kau jadikan aku seperti dia’. Lalu ia kembali lagi ke tetek ibunya dan menghisapnya’. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, ‘Seakan-akan aku melihat Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menirukan gerakan si bayi dan meletakkan jarinya di mulut lalu menghisapnya.

Lalu ibunya melalui seorang wanita hamba sahaya yang sedang dipukuli. Sang ibu berkata, ‘Ya Allah, jangan jadikan anakku seperti dia’. Beliau bersabda, ‘Bayi itu lalu meninggalkan tetek ibunya dan menghadap kepada wanita hamba sahaya itu seraya berdo’a, ‘Ya Allah jadikanlah aku seperti dia’. Beliau bersabda, ‘Dan pembicaraan itu berulang. Sang ibu berkata (kepada anaknya), ‘Dibelakangku berlalu seorang penunggang kuda yang mengenakan tanda pangkat lalu aku berkata, ‘Ya Allah, jadikanlah anakku seperti dia’. Lantas engkau berkata, ‘Ya Allah, jangan jadikan aku seperti dia’. Lalu aku berlalu dihadapan wanita hamba sahaya ini dan aku katakan, ‘Ya Allah, jangan jadikan anakku seperti dia’. Lalu engkau berkata, ‘Ya Allah jadikanlah aku seperti dia’. Bayi itu berkata, ‘Wahai ibu, sesungguhnya penunggang kuda yang mengenakan tanda pangkat itu adalah orang yang sombong di antara orang-orang yang sombong. Sedang terhadap hamba sahaya wanita itu, orang-orang berkata, ‘Dia berzina, padahal ia tidak berzina. Dia mencuri, padahal ia tidak mencuri’. Sedang hamba sahaya tersebut berkata, ‘cukuplah Allah sebagai pelindungku’.

(HR. Al-Bukhari, 6/511, Ahmad dan ini adalah lafazh beliau, Muslim dalam Al-Adab.)
Oleh :
Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

 

Edensor Mei 3, 2008

Diarsipkan di bawah: the books — bibzone @ 5:08 am


Penulis Andrea Hirata
Negara Indonesia
Bahasa Indonesia
Genre Roman
Penerbit •Yogyakarta: Bentang Pustaka
Tanggal terbit Agustus 2007
Halaman XI, – halaman
ISBN ISBN -

Edensor adalah novel ketiga karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada bulan Agustus tahun 2007.

Berbeda dengan setting cerita Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, Edensor mengambil setting di luar negeri saat tokoh-tokoh utamanya, Ikal dan Arai mendapat beasiswa untuk sekolah di Inggris dan Perancis. Dalam novel Edensor, Andrea semakin mapan dengan ciri khasnya, mengelola kisah ironi menjadi parodi dan menertawakan kesedihan dengan berbalut pandangan-pandangan yang penuh intelegensia tentang culture shock ketika kedua tokoh utama tersebut (yang berasal dari pedalaman Melayu di Pulau Belitong tiba-tiba berada di Paris. Seperti novel-novel Andrea sebelumnya Edensor memiliki kekuatan filosofis yang menebarkan semangat dan inspirasi bagi pembacanya.

Novel-novel Andrea ditulis dengan gaya realis dan mendapat perhatian masyarakat secara luas melalui kekuatan cerita, pesan-pesan moral, dan metafora yang memikat.

Edensor merupakan buku ketiga dari Tetralogi Laskar Pelangi. Buku berikutnya dan yang terakhir adalah Maryamah Karpov.Edensor masuk nominasi penghargaan nasional sastra KLA (Khatulistiwa Literary Award) tahun 2007.

 

Sang Pemimpi Mei 3, 2008

Diarsipkan di bawah: the books — bibzone @ 5:00 am


Penulis Andrea Hirata
Negara Indonesia
Bahasa Indonesia
Genre Roman
Penerbit •Yogyakarta: Bentang Pustaka
Tanggal terbit Juli 2006
Halaman XI, – halaman
ISBN ISBN -

Sang Pemimpi adalah novel kedua karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada bulan Juli tahun 2006. Dalam novel ini Andrea menarikan imajinasi dan melantunkan stambul mimpi-mimpi dua anak Melayu kampung: Ikal dan Arai.

Sang Pemimpi adalah sebuah kisah kehidupan yang mempesona yang akan membuat pembacanya percaya akan tenaga cinta, percaya pada kekuatan mimpi dan pengorbanan, lebih dari itu, juga percaya kepada Tuhan. Andrea berkelana menerobos sudut-sudut pemikiran dimana pembaca akan menemukan pandangan yang berbeda tentang nasib, tantangan intelektualitas, dan kegembiraan yang meluap-luap, sekaligus kesedihan yang mengharu biru.

Tampak komik pada awalnya, selayaknya kenakalan remaja biasa, tapi kemudian tanpa disadari kisah dan karakter-karakter dalam buku ini lambat laun menguasai, potret-potret kecil yang menawan akan menghentakkan pembaca pada rasa humor yang halus namun memiliki efek filosofis yang meresonansi. Karena arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit dan cita-cita yang gagah berani dalam kisah dua orang tokoh utama buku ini, Arai dan Ikal, akan menuntun pembaca dengan semacam keanggunan dan daya tarik agar dapat melihat ke dalam diri sendiri dengan penuh pengharapan, agar menolak semua keputusasaan dan ketakberdayaan dirisendiri.

Sang Pemimpi merupakan buku kedua dari Tetralogi Laskar Pelangi.Buku berikutnya adalah Edensor dan Maryamah Karpov

 

Andrea Hirata Mei 3, 2008

Diarsipkan di bawah: profil — bibzone @ 4:55 am

Andrea Hirata Seman Said Harun (lahir 24 Oktober) adalah seorang penulis Indonesia yang berasal dari pulau Belitong, propinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah novel Laskar Pelangi yang merupakan buku pertama dari tetralogi novelnya, yaitu :

  1. Laskar Pelangi
  2. Sang Pemimpi
  3. Edensor
  4. Maryamah Karpov

Laskar Pelangi termasuk novel yang ada di jajaran best seller untuk tahun 20062007.

Meskipun studi mayor yang diambil Andrea adalah ekonomi, ia amat menggemari sains–fisika, kimia, biologi, astronomi–dan tentu saja sastra. Andrea lebih mengidentikkan dirinya sebagai seorang akademisi dan backpacker. Sedang mengejar mimpinya yang lain untuk tinggal di Kye Gompa, desa tertinggi di dunia, di Himalaya.

Andrea berpendidikan ekonomi di Universitas Indonesia, mendapatkan beasiswa Uni Eropa unutk studi master of science di Universite de Paris, Sorbonne, Perancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom. Tesis Andrea di bidang ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari kedua universitas tersebut dan ia lulus cum laude. Tesis itu telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia. Buku itu telah beredar sebagai referensi Ilmiah. Saat ini Andrea tinggal di Bandung dan masih bekerja di kantor pusat PT Telkom.

 

Laskar Pelangi Mei 3, 2008

Diarsipkan di bawah: the books — bibzone @ 4:52 am


Penulis Andrea Hirata
Negara Indonesia
Bahasa Indonesia
Genre Roman
Penerbit •Yogyakarta: Bentang Pustaka
Tanggal terbit 2005
Halaman XI, 529 halaman
ISBN ISBN 979-3062-79-

Laskar Pelangi adalah novel pertama karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2005. Novel ini bercerita tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah (SD dan SMP) di sebuah sekolah Muhammadiyah di pulau Belitong yang penuh dengan keterbatasan. Mereka adalah:

  1. Ikal
  2. Lintang; Lintang Samudra Basara bin Syahbani Maulana Basara
  3. Sahara; N.A. Sahara Aulia Fadillah binti K.A. Muslim Ramdhani Fadillah
  4. Mahar; Mahar Ahlan bin Jumadi ahlan bin Zubair bin Awam
  5. A Kiong;Muhammad Jundullah Gufron Nur Zaman
  6. Syahdan; Syahdan Noor Aziz bin Syahari Noor Aziz
  7. Kucai; Mukharam Kucai Khairani
  8. Borek aka Samson
  9. Trapani; Trapani Ihsan Jamari bin Zainuddin Ilham Jamari
  10. Harun; Harun Ardhli Ramadhan bin Syamsul Hazana Ramadhan

Mereka bersekolah dan belajar pada kelas yang sama dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SMP, dan menyebut diri mereka sebagai Laskar Pelangi. Pada bagian-bagian akhir cerita, anggota Laskar Pelangi bertambah satu anak perempuan yang bernama Flo, seorang murid pindahan. Keterbatasan yang ada bukan membuat mereka putus asa, tetapi malah membuat mereka terpacu untuk dapat melakukan sesuatu yang lebih baik.

Laskar Pelangi merupakan buku pertama dari Tetralogi Laskar Pelangi. Buku berikutnya adalah Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov. Menurut rencana naskah Laskar Pelangi akan diadaptasi menjadi sebuah film.Film Laskar Pelangi akan diproduksi oleh Miles Productions dan Mizan Cinema, dan digarap oleh sutradara Riri Riza.

Laskar Pelangi adalah karya pertama dari Andrea Hirata. Buku ini segera menjadi Best Seller yang kini kita ketahui sebagai buku sastra Indonesia terlaris sepanjang sejarah.

Sinopsis

Cerita terjadi di Desa Gantung, Kabupaten Gantung, Belitong Timur. Dimulai ketika sekolah Muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel jikalau tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak. Ketika itu baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi tepat ketika Pak Harfan, sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri di sekolah kecil itu.

Mulai dari sanalah dimulai cerita mereka. Mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan mereka dengan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah!

Mereka, Laskar Pelangi – nama yang diberikan Bu Muslimah akan kesenangan mereka terhadap pelangi – pun sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. Misalnya pembalasan dendam Mahar yang selalu dipojokkan kawan-kawannya karena kesenangannya pada okultisme yang membuahkan kemenangan manis pada karnaval 17 Agustus, dan kejeniusan luar biasa Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat. Laskar Pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama. Kisah sepuluh kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa Einstein cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian di mana Ikal yang berjuang di luar pulau Belitong kembali ke kampungnya. Kisah indah ini diringkas dengan kocak dan mengharukan oleh Andrea Hirata, kita bahkan bisa merasakan semangat masa kecil anggota sepuluh Laskar Pelangi ini!

Tokoh-tokoh

Anggota Laskar Pelangi

Anggota Laskar Pelangi

Tokoh-tokoh yang muncul dalam Laskar Pelangi:
Laskar Pelangi

Ikal
Tokoh ‘aku’ dalam cerita ini. Ikal yang selalu menjadi peringkat kedua memiliki teman sebangku bernama Lintang, yang merupakan anak terpintar dalam Laskar Pelangi. Ia berminat pada sastra, terlihat dari kesehariannya yang senang menulis puisi. Ia menyukai A Ling, sepupu dari A Kiong, yang ditemuinya pertama kali di sebuah toko kelontong bernama Toko Sinar Harapan. Pada akhirnya hubungan mereka berdua terpaksa berakhir oleh jarak akibat kepergian A Ling ke Jakarta untuk menemani bibinya.
Lintang
Teman sebangku Ikal yang luar biasa jenius. Ayahnya bekerja sebagai nelayan miskin yang tidak memiliki perahu dan harus menanggung kehidupan 14 jiwa anggota keluarga. Lintang telah menunjukkan minat besar untuk bersekolah semenjak hari pertama berada disekolah. Ia selalu aktif didalam kelas dan memiliki cita-cita sebagai ahli matematika. Sekalipun ia luar biasa pintar, pria kecil berambut merah ikal ini pernah salah membawa peralatan sekolahnya. Cita-citanya terpaksa ditinggalkan agar ia dapat bekerja untuk membiayai kebutuhan hidup keluarganya semenjak ayahnya meninggal.
Sahara
Satu-satunya gadis dalam anggota Laskar Pelangi. Sahara adalah gadis keras kepala berpendirian kuat yang sangat patuh kepada agama. Ia adalah gadis yang ramah dan pandai, ia baik kepada siapa saja kecuali pada A Kiong yang semenjak mereka masuk sekolah sudah ia basahi dengan air dalam termosnya.
Mahar
Pria tampan bertubuh kurus ini memiliki bakat dan minat besar pada seni. Pertama kali diketahui ketika tanpa sengaja Bu Muslimah menunjuknya untuk bernyanyi di depan kelas saat pelajaran seni suara. Pria yang menyenangi okultisme ini sering dipojokkan teman-temannya. Ketika dewasa, Mahar sempat menganggur menunggu nasib menyapanya karena tak bisa ke manapun lantaran ibunya yang sakit-sakitan. Akan tetapi, nasib baik menyapanya dan ia diajak petinggi untuk membuat dokumentasi permainan anak tradisional setelah membaca artikel yang ia tulis di sebuah majalah, dan akhirnya ia berhasil meluncurkan sebuah novel tentang persahabatan.
A Kiong
Anak Hokian. Keturunan Tionghoa ini adalah pengikut sejati Mahar sejak kelas satu. Baginya Mahar adalah suhunya yang agung. Kendatipun pria kecil ini berwajah buruk rupa, ia memiliki rasa persahabatan yang tinggi dan baik hati, serta suka menolong pada siapapun kecuali Sahara. Namun, meski mereka selalu bertengkar, ternyata mereka berdua saling mencintai satu sama lain.
Syahdan
Anak nelayan yang ceria ini tak pernah menonjol. Kalau ada apa-apa dia pasti yang paling tidak diperhatikan. Misalnya ketika bermain sandiwara, Syahdan hanya kedapatan jadi tukang kipas putri dan itupun masih banyak kesalahannya. Syahdan adalah saksi cinta pertama Ikal, ia dan Ikal bertugas membeli kapur di Toko Sinar Harapan semenjak Ikal jatuh cinta pada A Ling. Syahdan ternyata memiliki cita-cita yang tidak pernah terbayang oleh Laskar Pelangi lainnya yaitu menjadi aktor. Dengan bekerja keras pada akhirna dia menjadi aktor sungguhan meski hanya mendapatkan peran kecil seperti tuyul atau jin… Setelah bosan, ia pergi dan kursus komputer. Setelah itu ia berhasil menjadi network designer.
Kucai
Ketua kelas sepanjang generasi sekolah Laskar Pelangi. Ia menderita rabun jauh karena kurang gizi dan penglihatannya melenceng 20 derajat, sehingga jika ia menatap marah ke arah Borek, maka akan terlihat ia sedang memperhatikan Trapani. Laki-laki ini sejak kecil terlihat bisa menjadi politikus dan akhirnya diwujudkan ketika ia dewasa menjadi ketua fraksi di DPRD Belitong.
Borek
Pria besar maniak otot. Borek selalu menjaga citranya sebagai laki-laki macho. Ketika dewasa ia menjadi kuli di toko milik A Kiong dan Sahara.
Trapani
Pria tampan yang pandai dan baik hati ini sangat mencintai ibunya. Apapun yang ia lakukan harus selalu didampingi ibunya, seperti misalnya ketika mereka akan tampil sebagai band yang dikomando oleh Mahar, ia tidak mau tampil jika tak ditonton ibunya. Cowok yang bercita-cita menjadi guru ini akhirnya berakhir di rumah sakit jiwa karena ketergantungannya terhadap ibunya.
Harun
Pria yang memiliki keterbelakangan mental ini memulai sekolah dasar ketika ia berumur 15 tahun. Laki-laki jenaka ini senantiasa bercerita tentang kucingnya yang berbelang tiga dan melahirkan tiga anak yang masing-masing berbelang tiga pada tanggal tiga kepada Sahara dan senang sekali menanyakan kapan libur lebaran pada Bu Muslimah. Ia menyetor 3 buah botol kecap ketika disuruh mengumpulkan karya seni kelas enam.

Tokoh-tokoh Lain

Bu Muslimah

Nama lengkap N.A. Musimah Hafsari Hamid binti K.A. Abdul Hamid. Dia adalah Ibunda Guru bagi Laskar Pelangi. Wanita lembut ini adalah pengajar pertama Laskar Pelangi dan merupakan guru yang paling berharga bagi mereka.
Pak Harfan
Nama lengkap K.A. Harfan Efendy Noor bin K.A. Fadillah Zein Noor. Kepala sekolah dari sekolah Muhammadiyah. Ia adalah orang yang sangat baik hati dan penyabar meski murid-murid awalnya takut melihatnya.
Flo
Nama aslina adalah Floriana, seorang anak tomboi yang berasal dari keluarga kaya. Dia merupakan murid pindahan dari sekolah PN yang kaya dan sekaligus tokoh terakhir yang muncul sebagai bagian dari laskar pelangi. Awal pertama kali masuk sekolah, ia sempat membuat kekacauan dengan mengambil alih tempat duduk Trapani sehingga Trapani yang malang terpaksa tergusur. Ia melakukannya dengan alasan ingin duduk di sebelah Mahar dan tak mau didebat.
A Ling
Cinta pertama Ikal yang merupakan saudara sepupu A Kiong. A Ling yang cantik dan tegas ini terpaksa berpisah dengan Ikal karena harus menemani bibinya yang tinggal sendiri.
 

Waktu Aku Kecil Mei 1, 2008

Diarsipkan di bawah: article — bibzone @ 2:17 am

waktu aku berumur 1 tahun,
dia menyuapi dan memandikanku… sebagai balasannya…
aku menangis sepanjang malam.

waktu aku berumur 2 tahun,
dia mengajariku bagaimana cara berjalan..
sebagai balasannya…
aku kabur waktu dia memanggilku.

waktu aku berumur 3 tahun,
dia memasak semua makananku dengan kasih sayang..
sebagai balasannya…
aku buang piring berisi makananku ke lantai.

wakt aku berumur 4 tahun,
dia memberiku pensil warna…
sebagai balasannya…
aku corat coret tdmbok rumah dan meja makan.

waktu aku berumur 5 tahun,
dia membelikanku baju-baju yang indah..
sebagai balasannya…
aku memakainya bermain di kubangan lumpur.

waktu aku berumur 6 tahun,
dia mengantarku pergi ke sekolah…
sebagai balasannya…
aku berteriak ‘NGGAK MAU…!’

waktu aku berumur 7 tahun,
dia membelìkanku bola…
sebagai balasannya…
aku melemparkan bola ke jendela tetangga.

waktu aku berumur 8 tahun,
dia memberiku es krim…
sebagai balasannya…
aku tumpahkan dan mengotori seluruh bajuku.

waktu aku berumur 9 tahun,
dia membayar mahal untuk kursus-kursusku…
sebagai balasannya…
aku sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar.

waktu aku berumur 10 tahun,
dia mengantarku kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun…
sebagai balasannya….
aku melompat keluar mobil tanpa memberi salam.

waktu aku berumur 11 tahun,
dia mengantarku dan teman-temanku ke bioskop…
sebagai balasannya…
aku minta dia duduk di barisan lain.

waktu aku berumur 12 tahun,
dia melarangku melihat acara TV khusus untuk dewasa..
sebagai balasannya…
aku tunggu sampai dia keluar.

waktu aku berumur 13 tahun,
dia menyarankanku untuk memotong rambut..
sebagai balasannya…
aku bilang dia tidak tahu mode.

waktu aku berumur 14 tahun,
dia membayar biaya untuk kemahku selama liburan..
sebagai balasannya…
aku ga’ pernah menelponnya.

waktu aku berumur 15 tahun,
pulang kerja dia ingin memelukku..
sebagai balasannya…
aku kunci kamarku.

waktu aku berumur 16 tahun,
dia mengajari aku mengemudi mobil..
sebagai
balasannya…
aku pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya.

waktu aku berumur 17 tahun,

dia sedang menunggu telpon yang penting..

sebagai balasannya…

aku pakai telepon non stop semalaman.

waktu aku berumur 18 tahun,

dia menangis terharu ketika aku lulus sma..

sebagai balasannya..

aku berpesta dengan teman-temanku sampai pagi.

waktu aku berumur 19 tahun,

dia membayar semua kuliahku dan mengantarku ke kampus pada hari pertamanya..

sebagai balasannya…

aku minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar ga’ malu sama teman-teman.

waktu aku berumur 20 tahun,

dia bertanya “dari mana saja seharian ini?”

sebagai balasannya…

aku menjawab, “ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang.”

waktu aku berumur 21 tahun,

dia menyarankanku suatu pekerjaan yang bagus untuk karir masa depanku..

sebagai balasannya…

aku bilang, “aku ga’ mau seperti kamu.”

waktu aku berumur 22 tahun,

dia memelukku dengan haru waktu aku lulus kuliah..

sebagai balasannya…

aku tanya kapan aku bisa ke luar negeri?

waktu aku berumur 23 tahun,

dia membelikanku 1 set furniture untuk rumah baruku..

sebagai balasannya…

aku ceritain ke temanku, betapa jeleknya furniture ini.

waktu aku berumur 24 tahun,

dia bertemu dengan tunanganku dan bertanya tentang rencana di masa depan..

sebagai balasannya…

aku mengeluh, “aduh, gimana sih, ko’ bertanya seperti itu?”

waktu aku berumur 25 tahun,

dia membantuku membiayai pernikahanku..

sebagai balasannya…

aku pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

waktu aku berumur 30 tahun,

dia memberiku nasehat bagaimana merawat bayiku..

sebagai balasannya…

aku katakan “sekarang jamannya sudah beda.”

waktu aku berumur 40 tahun,

dia menelponku untuk memberi tahu pesta salah satu saudara dekatku..

sebagai balasannya…

aku jawab “aku sibuk sekali, ga’ ada waktu”.

waktu aku berumur 50 tahun,

dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanku..

sebagai balasannya…

aku baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya.

dan hingga suatu hari,

dia meninggal dengan tenang

dan tiba-tiba aku teringat semua yang belum pernah aku lakukan…

dan itu menghantam hatiku bagaikan

pukulan godam!

astagfirullah…

ya alloh, jangan jadikan hambaMu ini seperti ini…

ya alloh, maafkanlah.

ampunilah dosa ibu dan bapak kami,

sayangilah mereka sebagaimana mereka

menyayangiku di waktu kecil…

 

abi_ku Mei 1, 2008

Diarsipkan di bawah: my family — bibzone @ 1:51 am

abi_kunamanya Jamhari,,

singkat bangetkan.. katanya ada ‘muhammad’ didepannya,,

tapi kalo ditanyain ke bapa, beliau sih cuek aja.. hehehe…

bapa itu, orangnya suka bercanda…

asyik deh, kalo udah canda bareng bapa, ibu,mas, unan,,…

jadi kangen………………

bapa lahir di solo, 30 agustus 1958.

dari pendidikan dasar mpe sekolah menengah, di solo.

truz,, kuliah di ikip jakarta,, ambil matematika..

abiz ntu langsung ngajar, kalo nggak salah di smp 150 jakarta timur..

di tempat itu, ketemu ma ibu, yang juga ngajar…

nikah ma ibu, tahun 1986, januari tanggal 5.

tahun 1990, pindah ke cirebon..

dan aku lahir 7 februari tahun itu.. hehehe…

sekarang, bapa masih jadi pahlawan tanpa tanda jasa di smp n 1 lemahabang.

beliau tetap setia ngajar,,

bagiku, bapa adalah guru matematika t’baik..

cara ngajarnya asik..

ga’ bosenin..

kadang diselingi candaan dan petuah bijak..

selain ngajar, bapa juga aktif di organisasi muhammadiyah.

truz, di masjid deket rumah, beliau juga aktif sebagai imam ataupun pengisi khutbah.

menurutku, bapa tipe orang yang pendiam,..

kalo lagi ga’ mood, pasti diem aja.. =(

bapa adalah ayah yang bijaksana,,

ga’ pernah memaksakan suatu kehendak ke kami, anak-anaknya.. dalam menentukan jalan hidupnya.

bapa membiarkan kami untuk memilih apapun yang kami inginkan, asal ga’ di luar syariat islam.

bapa udah ngasih pendidikan agama buat anak-anaknya dari kecil.

mulai dari solat wajib, baca al-qur’an, puasa, dan lain sebagainya,, sampai masalah menutup aurat.

aku sejak kecil sudah berjilbab.

dulu, seolah itu merupakan paksaan,

tapi, sungguh… itu merupakan awal yang sangat berarti bagi hidupku kelak…

thank’s dad…

bapa selalu kasih pandangan, bahwa segala sesuatu yang kita inginkan,, yang menurut kita baik,,

belum tentu yang terbaik buat kita..

ketetapan dari allah, pasti yang terbaik buat kita..

bangga…….. banget,,,,

punya ayah seperti beliau…

luph you…

maph pa…

kalo qu belum bisa bisa buat bapa bangga,,

qu pengen jadi yang terbaik buat bapa..

ga’ ingin ngecewain…

bisa jadi anak sholihah, berbakti ma orang tua,,..

moga kita s’kluarga bisa kumpul lagi di surga nanti ya pa..

amin…

 

Tentang Cinta Maret 19, 2008

Diarsipkan di bawah: article — bibzone @ 1:58 pm

kesabaran adalah kunci jawaban yang paling tepat.
rasa cinta itu bukan dilarang, namun dikendalikan.
rasa cinta itu diperbolehkan tumbuh subur jika sudah tiba pada saatnya.
karena mencintai dan dicintai memang fitrah manusia.
semua sudah diatur menurut posinya, agar manusia hidup bagagia di dunia dan di akhirat.
Dia, Sang Maha Pengasih, Sang Maha Sempurna, tidak mungkin keliru dengan perhitunganNya.

bukankah tidak disebut kejahatan, bila seorang dokter memutuskan amputasi kepada organ pasien yang dianggap membahayakan organ lainnya.
bukankah tidak dianggap kesalahan manakala seorang hakim memutuskan hukuman mati kepada seorang pembunuh berencana.
dan bukankah orang tua yang selalu menuruti kemauan anaknya tanpa seleksi, justru tidak bisa dibenarkan..

begitulah seharusnya kita memaknai keseluruhan kasih sayang Allah yang terkandung dalam tiap aturanNya.
yang kelihatan indah dan manis, belum tentu benar.
dan sebaliknya, yang nampak buruk dan pahit belum tentu salah.
ada banyak rahasia agungNya dibalik kekerdilan rasionalitas dan perasaan manusia.

cinta…
bila disikapi dengan benar akan melatih jiwa menjadi lebih dewasa